All for Joomla All for Webmasters
Media Berbagi dan Bertukar Informasi Warga Seputar Kabupaten Majalengka

Jatiwangi Cup #4, Tribut Untuk Para Pelopor Kebudayaan Genteng JatiwangiBerita 

Jatiwangi,  infomjlk – Lomba Binaraga Antar Jebor dalam semangat menyongsong Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Seturut dengan semangat kemerdekaan, Jatiwangi Cup juga diadakan untuk memperingati pencapaian kebudayaan mengolah tanah yang sudah lebih dari seabad lamanya ini. Jebor, atau pabrik genteng, adalah salah satu sarana kehidupan manusia Jatiwangi yang kehadirannya bahu-membahu dengan pertanian. Ajang tahunan ini, pertama kali dihelat di Jebor Super Fajar (Burujul Wetan). Selalu dengan sambutan yang Jatiwangi Cup kemudian dihelat di jebor-jebor asal para pemenangnya, seperti Edy Jaya (Ligung), Tenang Jaya (Loji), dan, kali ini di Pasaka (Burujul Kulon).

Diadakan keempat kalinya, tak hanya ngotot, lomba binaraga kali ini punya sesuatu yang baru. Jika biasanya kita menyaksikan para pengrajin genteng yang berunjuk otot di atas panggung untuk memberi penghargaan kepada mereka yang bertahan dalam perjuangan genteng Jatiwangi, tahun ini kami juga ingin menghadirkan ingatan akan orang-orang yang berada di masa lalu dalam memulai dan menjaga peradaban genteng Jatiwangi. Memberikan plakat yang dibuat dari tanah dan bersimbol bintang bertuliskan nama masing-masing tokoh; H Umar bin Ma’ruf, yang namanya dikenal sebagai yang memulai jebor (pabrik genteng) pertama di Jatiwangi tahun 1905, juga Bapak Barmawi yang menurut sejarah adalah ahli genteng yang lalu menjadi guru pertama yang menurunkan ilmunya ke banyak pengrajin genteng terbaik, dan banyak lagi tokoh-tokoh berjasa dalam perjalanan genteng di Jatiwangi.

Pengalaman manusia Jatiwangi dalam mengolah tanah benar-benar telah menubuh. Lihat saja lekuk tubuh para peserta Jatiwangi Cup itu. Keliatan tubuh mereka didapatkan sebagai hasil dari mengolah tanah untuk menjadi genteng (keramik) yang menaungi atap-atap rumah kita. Jatiwangi Cup memang merayakan kebugaran sekaligus lekuk tubuh para pekerja pabrik genteng, para manusia Jatiwangi. Ajang 17-Agustusan ini ingin menandai pencapaian kebudayaan genteng di Jatiwangi yang sudah dimulai semenjak 1905. Perhelatan ini memonumentalisasi kebudayaan mengolah tanah di Jatiwangi yang telah menubuh dalam kehidupan para manusianya.

Pada waktu yang bersamaan, Jatiwangi Cup juga menjadi ajang silaturahmi antar para pekerja pabrik genteng yang ada di seputar Jatiwangi. Direktur Museum Genteng Jatiwangi Ila Syukrillah Syarief mengatakan bahwa inilah justru orang-orang inilah tonggak kehebatan kebudayaan genteng Jatiwangi yang termashur itu. Jatiwangi Cup adalah sebentuk perayaan kebahagiaan merek, yang berupaya untuk meningkatkan kepercayaan dari warga bahwa mereka adalah orang-orang yang ‘keren’. Semoga kegiatan menjadi lestari sebagai bagian dari cara hidup dan menghidupi Jatiwangi yang bangga akan identitas kebudayaan gentengnya.

Pemenang:

 

Juara I: Enceng Jiman, PG Dua Saudara

Juara II: Mamat Surahmat, PG Jati Raya

Juara III:  Adi Suwandi, PG Tenang Jaya

 

Pendekar Genteng Jatiwangi:

Budi, PG Pasaka

Jaja Suteja, Abadi Genteng

Apa Toni/ Yana, PG Pasaka

Kono, PG Tunggal Asih

Budi, PG Jembar Raya

Akun, Abadi Genteng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *